Rabu, 26 Agustus 2015

Pembahasan Lengkap Mengenai Kanker Otak

Pembahasan Lengkap Mengenai Kanker Otak


Pembahasan Lengkap Mengenai Kanker Otak -  Selamat datang di blog Rumah Ganoderma Plus Capsule. Pada artikel kali ini akan membahas secara lengkap mengenai kanker otak. Mulai dari pengertian kanker otak, jenis-jenis kanker otak, penyebab kanker otak, hingga ciri-ciri kanker otak. Untuk lebih jelasnya, silahkan baca selengkapnya di bawah ini.

Pembahasan Lengkap Mengenai Kanker Otak

              

Pengertian Kanker Otak
Kanker otak merupakan massa sel-sel otak yang tumbuh secara abnormal dan di luar kendali. Sebagian besar kanker otak dapat menyebar melalui jaringan otak, tetapi tidak menyebar ke area lain dari tubuh.
Umumnya kanker otak berawal dari tumor jinak. Saat tumor jinak itu tumbuh dapat menghancurkan dan menekan jaringan otak yang normal lainnya yang dapat mengakibatkan kefatalan pada kelumpuhan atau kerusakan otak yang sangat fatal.

Jenis-jenis Kanker Otak
Kanker otak dibedakan menjadi dua berdasarkan tempat bermulanya. Yaitu kanker primer (bermula dari otak) dan kanker sekunder (bermula dari organ lain dalam tubuh seperti paru-paru atau payudara dan kemudian menyebar ke otak)

Penyebab Kanker Otak
Sesuai dengan riset yang telah dilakukan, secara garis besar ada dua penyebab penyakit kanker otak tersebut, yang pertama ialah otak tidak mendapatkan nutrisi yang cukup, dan penyebab yang kedua ialah karena penggunaan bahan zat berbahaya seperti alcohol dan zat adiktif seperti narkoba, heroin, dan yang lainnya.

Ciri-Ciri Kanker Otak
Sakit Kepala. Sakit kepala ini baru bagi penderitanya dan berbeda dengan rasa sakit kepala biasanya. Sakit kepala diikuti dengan mual, muntah, dan pusing, kejang kejang, kesulitan bicara, dan masalah penglihatan mengiringi sakit kepala karena kanker otak. Sakit kepala mulai ketika bangun di pagi hari serta kembali membaik di siang hari adalah salah satu jenis dan karakteristik dari penyakit tumor otak ganas. Sakit kepala yang semakin menjadi-jadi. Sakit kepala yang menjadi gejala kanker otak akan terus menjadi-jadi seiring waktu, minggu demi minggu, bulan demi bulan.

  • Perubahan Mental.
Tumor menyebabkan fungsi otak tidak berjalan normal/maksimal yang berdampak pada kesehatan mental. Ciri-ciri ini seperti: Kehilangan memori, gangguan konsentrasi, masalah dengan penalaran, perubahan kepribadian dan perilaku, peningkatan intensitas tidur.

  • Muntah-Muntah.
Penelitian yang dilakukan oleh BSMMU mendapati 26 dari 50 penderita tumor otak mengalami gejala muntah (sekitar 52%). Muntah muntah ini terjadi karena adanya saraf yang terganggu karena tumor otak. Karakteristik muntah yang menjurus pada kanker otak adalah terjadi pada pagi hari tanpa adanya mual terlebih jika diikuti tanda lainnya seperti sakit kepala. Muntah yang mengindikasikan kanker otak adalah muntah yang terjadi secara tiba tiba tanpa penyakit tertentu sebelumnya, cairan muntah tidak normal (berwarna agak hijau), dan terjadi bersamaan dengan sakit kepala. Biasanya hal ini tidak dapat diobati selama masih ada tumor di dalam otak tersebut.

  • Gangguan Penglihatan.
Gangguan penglihatan disebabkan oleh adanya saraf mata yang terganggu karena tumor otak. Hal ini juga tergantung lokasi dari kanker otak tersebut. 46 % dari penderita kanker otak mengalami hal ini. Ganguan penglihatan ini ditandai dengan melihat lampu seperti berkedip, penglihatan kabur, hanya mampu melihat lurus ke depan, 'kehilangan’ teks ketika membaca, gangguan mata lainnya yang tidak lazim anda alami. Bahkan ketika sebagian besar tumor menjalar menuju mata dapat mengakibatkan kebutaan.

  • Kesulitan Saat Bergerak.
Tumor pada otak tentu akan membatasi fungsi otak normal manusia, salah satunya adalah sebagai motor penggerak tubuh. Penderitanya akan mengalami berjalan tidak seimbang/ kehilangan keseimbangan, sering tersandung atau bersandar di dinding ketika berjalan, sulit berkoordinasi ketika bergerak

  • Kejang-Kejang.
Kejang-kejang ini terjadi karena aktivitas motorik pada otak tidak normal. Berikut beberapa karakteristik kejang pada penderita kanker otak4). Kejang-kejang ini berupa serangan yang terjadi mendadak (tanpa tanda), diikuti kehilangan kesadaran pada tubuh dan kontraksi otot, kehilangan kontrol fungsi tubuh, menggigit lidah, tidak bernafas jangka pendek (30 detik), menjadi biru kehitaman, durasi kejang pendek 2-3 menit, efek setelah kejang terjadi  kantuk, sakit kepala, kebingungan, sakit otot, kelemahan singkat, atau mati rasa.

  • Demensia.
Dimensia atau penurunan fungsional yang disebabkan oleh kelainan yang terjadi pada otak.. Setidaknya ada 14 % atau 7 dari 50 orang yang menderita tumor otak mengalami gejala ini.

  • Ketidaksadaran.
Tumor yang menjalar di otak jika semakin besar akan membuat anda kehilangan kesadaran, lupa, dan ketidak tahuan mengenai lingkungan dan kejadian sekitar. Indikasi kesadaran yang di maksud adalah sering terkejut, sering bengong, sering lupa apa yang dilakukan.

  • Penurunan Berat Badan.
Hal ini disinyalir karena kemampuan kognitif dan aktivitas yang sudah tidak normal lagi sehingga mempengaruhi metabolisme tubuh secara keseluruhan yang berdampak pada penurunan berat badan.

  • Demam.
Demam mungkin tidak disangka sebagian orang dapat menjadi gejala kanker otak yang sangat mematikan. Penyakit umum seperti ini memang cukup berbahaya jika kita kaitkan pada kanker otak. Ada 6% responden yang mengalami demam sebagai gejala yang ditimbulkan akibat kanker otak.

  • Kehilangan Sensasi.
Ini berkaitan dengan perkembangan fungsi otak yang terganggu oleh tumor. Otak tidak dapat berfungsi normal yang menyebabkan pikiran hanya flat saja seiring dengan menurunnya kemampuan kognitif.

  • Anorexia / Kehilangan Nafsu Makan.
Anorexia merupakan penyakit yang berkaitan dengan kehilangan nafsu makan, ada sekitar 4 % penderita tumor otak yang mengalami hal ini. Saat ini belum banyak penelitian yang mengaitkan anorexia yang terjadi pada saat mengidap tumor otak.

  • Vertigo / Pusing.
Penderita vertigo akan merasakan berputar atau serasa bergerak, dunia berputar walau dalam keadaan istirahat.

  • Kehilangan Libido.
Penderita kanker otak yang mengalami kehilangan libido dan berkaitan erat dengan kanker otak ini terjadi pada pria, memang sampai saat ini belum ada penelitian terkait yang menghubungkan antara libido dan mengapa berpengaruh pada penderita tumor otak. Namun banyak yang mengaitkan bahwa otak adalah pusat segalanya sehingga sangat berpengaruh bagi berbagai bagian dan fungsi tubuh. Setidaknya ada 2 % dari penderita kanker otak yang mengalami hal ini.

**Kanker otak memang merupakan hal yang tidak diinginkan. Namun sayangnya, jenis kanker ini tidak seperti penyakit kanker pada umumnya yang dapat muncul karena ada perilaku yang menyimpang dari orang tersebut. Penyakit kanker yang menyerang otak ini sepertinya tidak pandang bulu, karena penderitanya sangat beragam mulai dari usia lanjut sampai dengan anak-anak. Untuk itu sangat diperlukan untuk meningkatkan kesadaran hidup sehat dan menerapkannya di kehidupan sehari-hari baik untuk diri sendiri maupun dalam lingkungan keluarga agar terhindar dari berbagai gangguan kesehatan. Karena mencegah lebih baik dari pada mengobati.

Sekian artikel Pembahasan Lengkap Mengenai Kanker Otak ini, terimakasih atas minat dan kunjungan Anda, semoga bermanfaat!



Pembahasan Lengkap Mengenai Kanker Otak.

Senin, 06 Juli 2015

Pembahasan Lengkap Mengenai Kanker Payudara


Pembahasan Lengkap Mengenai Kanker Payudara



Pembahasan Lengkap Mengenai Kanker Payudara - Kali ini kita akan membahas lebih lengkap mengenai kanker payudara. Kanker Payudara merupakan kanker yang sangat ditakuti oleh kaum wanita, namu siapa sangka meskipun kasusnya langka, ternyata kanker payudara juga dapat terjadi pada pria. Tidak ada salahnya Anda meluangkan waktu untuk lebih mengenal mengenai kanker payudara untuk mencegahnya sejak dini.


Apa Itu Kanker Payudara?


Mammogram yang menunjukkan payudara normal (kiri) dan payudara dengan kanker (kanan).

Kanker sendiri adalah suatu kondisi dimana sel telah kehilangan pengendalian dan mekanisme normalnya, sehingga mengalami pertumbuhan yang tidak normal, cepat dan tidak terkendali.

Kanker payudara adalah kanker pada jaringan payudara.Ini adalah jenis kanker paling umum yang diderita kaum wanita. Kaum pria juga dapat terserang kanker payudara, walaupun kemungkinannya lebih kecil dari 1 di antara 1000[butuh rujukan]. Pengobatan yang paling lazim adalah dengan pembedahan dan jika perlu dilanjutkan dengan kemoterapi maupun radiasi.


Tidak Semua Benjolan Pada Payudara adalah Kanker Payudara


Banyak orang yang sering merasakan sakit pada payudaranya dan mendapati benjolan pada payudara. Anda tidak perlu khawatir jika mengalami hal serupa, karena tidak semua benjolan pada payudara merupakan benjolan karena adanya sel kanker. Namun bisa juga benjolan pada payudara disebabkan karena perubahan jinak kista atau pun karena faktor lainnya.

Karakteristik benjolan yang mengarah ke kanker:
  1. Benjolan keras
  2. Hanya ada satu benjolan
  3. Disertai Kulit payudara berlesung pipit
  4. Benjolan tidak diskrit; tidak mudah dibedakan
  5. Benjolan disertai dengan berdarah puting debit
  6. Benjolan tetap di satu daerah payudara; tidak bergerak
  7. Tidak ada benjolan di bagian payudara lain (hanya benjolan tersebut).
Benjolan yang kemungkinan kecil kanker payudara:
  1. Benjolan lembut
  2. Benjolan bergerak di payudara
  3. Ada beberapa benjolan payudara
  4. Benjolan diskrit; mudah dibedakan
  5. Ada benjolan di payudara sebelahnya
  6. Benjolan menghilang setelah siklus menstruasi.

Ciri-Ciri Kanker Payudara


Tanda-tanda awal kanker payudara

Untuk menghindari kekliruan mengenai benjolan yang Anda temukan pada payudara Anda, Anda dapat melakukan beberapa cara mudah untuk mendeteksi jenis benjolan tersebut.

Cara Mendeteksi benjolan:
Cara yang paling memungkinkan untuk dilakukan sendiri adalah dengan menggunakan cara SADARI (Periksa Payudara Sendiri). Lakukan pemeriksaan terhadap payudara setiap bulan yaitu diwaktu setelah datang bulan (haid). Namun untuk mereka yang telah masuk fase menopause, dilakukan pemeriksaan setiap tanggal yang sama perbulannya. Cara lainnya adalah dengan pemeriksaan klinis payudara oleh dokter, bidan ataupun medis lainnya

Cara Mengenali Rasa Nyeri:
Kanker payudara memiliki rasa nyeri yang berbeda dari benjolan biasa yang tidak berbahaya. Beberapa penderita kanker payudara merasakan seperti:
  • Nyeri yang terjadi pada penderita kanker payudara berbeda dengan rasa nyeri terhadap mereka yang sedang datang bulan (haid)
  • Rasa nyeri itu akan terjadi secara terus-menerus dan tidak kunjung mereda
  • Nyeri yang ditimbulkan karena wanita telah memasuki masa menopause
  • Hal ini biasanya terjadi saat kanker payudara stadium 2

Ciri-ciri Benjolan Kanker Payudara
Benjolan kanker payudara biasanya terletak pada bagian luar atas yaitu disekitar area lengan dan ketiak. Ciri-ciri kanker payudara pada awalnya dapat dirasakan dengan adanya benjolan dan rasa nyeri. Hal ini dapat dirasakan seperti berikut :
  • Ketika diraba, pada payudara terasa ada benjolan
  • Benjolan yang disebabkan karena pertumbuhan sel kanker payudara akan terasa keras dan juga padat ketika diraba serta ada pula yang menimbulkan rasa gatal namun ada yang sama sekali tidak menimbulkan rasa gatal.
  • Akan terjadi perubahan yang signifikan terhadap bentuk serta ukuran payudara.
  • Di bagian sekitar puting susu akan adanya luka yang sukar untuk sembuh, puting akan tertarik ke dalam, yang menimbulkan rasa gatal disebabkan karena terjadinya penebalan kulit.
  • Keluarnya darah atau nanah yang berwarna kekuningan dari puting susu
  • Pada kulit payudara mulai terjadi perubahan, yaitu kulit akan berkerut dan warnanya cenderung kemerahan ataupun berubah menjadi keriput seiring semakin banyaknya sel kanker payudara yang telah menyebar (seperti kulit jeruk purut)
  • Akan terasa nyeri pada bagian tulang, terjadinya penurunan berat badan dan pembengkakan pada bagian lengan. Yang menandakan bahwa kanker sudah menyebar
 


Faktor risiko kanker payudara


Mungkin sebagai yang memiliki kanker payudara merasa heran jika dirinya terkena kanker payudara, sementara orang lain tidak. Sebernarnya ada beberapa faktor risiko yang memengaruhi kerentanan seseorang untuk terkena kanker payudara ini. Beberapa faktor risiko tersebut antara lain sebagai berikut:

Faktor reproduksi 
Karakteristik reproduktif yang berhubungan dengan risiko terjadinya kanker payudara adalah nuliparitas, menarche pada umur muda, menopause pada umur lebih tua, dan kehamilan pertama pada umur tua. Risiko utama kanker payudara adalah bertambahnya umur. Diperkirakan, periode antara terjadinya haid pertama dengan umur saat kehamilan pertama merupakan window of initiation perkembangan kanker payudara. Secara anatomi dan fungsional, payudara akan mengalami atrofi dengan bertambahnya umur. Kurang dari 25% kanker payudara terjadi pada masa sebelum menopause sehingga diperkirakan awal terjadinya tumor terjadi jauh sebelum terjadinya perubahan klinis.

Penggunaan hormon
Hormon estrogen berhubungan dengan terjadinya kanker payudara. Laporan dari Harvard School of Public Health menyatakan bahwa terdapat peningkatan kanker payudara yang signifikan pada para pengguna terapi estrogen replacement. Suatu metaanalisis menyatakan bahwa walaupun tidak terdapat risiko kanker payudara pada pengguna kontrasepsi oral, wanita yang menggunakan obat ini untuk waktu yang lama mempunyai risiko tinggi untuk mengalami kanker payudara sebelum menopause. Sel-sel yang sensitive terhadap rangsangan hormonal mungkin mengalami perubahan degenerasi jinak atau menjadi ganas.

Penyakit fibrokistik
Pada wanita dengan adenosis, fibroadenoma, dan fibrosis, tidak ada peningkatan risiko terjadinya kanker payudara. Pada hiperplasis dan papiloma, risiko sedikit meningkat 1,5 sampai 2 kali. Sedangkan pada hiperplasia atipik, risiko meningkat hingga 5 kali.

Obesitas
Terdapat hubungan yang positif antara berat badan dan bentuk tubuh dengan kanker payudara pada wanita pasca menopause. Variasi terhadap kekerapan kanker ini di negara-negara Barat dan bukan Barat serta perubahan kekerapan sesudah migrasi menunjukkan bahwa terdapat pengaruh diet terhadap terjadinya keganasan ini.

Konsumsi lemak
Konsumsi lemak diperkirakan sebagai suatu faktor risiko terjadinya kanker payudara. Willet dkk. melakukan studi prospektif selama 8 tahun tentang konsumsi lemak dan serat dalam hubungannya dengan risiko kanker payudara pada wanita umur 34 sampai 59 tahun.

Radiasi
Eksposur dengan radiasi ionisasi selama atau sesudah pubertas meningkatkan terjadinya risiko kanker payudara. Dari beberapa penelitian yang dilakukan disimpulkan bahwa risiko kanker radiasi berhubungan secara linier dengan dosis dan umur saat terjadinya eksposur.

Riwayat keluarga dan faktor genetik
Riwayat keluarga merupakan komponen yang penting dalam riwayat penderita yang akan dilaksanakan skrining untuk kanker payudara. Terdapat peningkatan risiko keganasan pada wanita yang keluarganya menderita kanker payudara. Pada studi genetik ditemukan bahwa kanker payudara berhubungan dengan gen tertentu. Apabila terdapat BRCA 1, yaitu suatu gen kerentanan terhadap kanker payudara, probabilitas untuk terjadi kanker payudara sebesar 60% pada umur 50 tahun dan sebesar 85% pada umur 70 tahun. Faktor Usia sangat berpengaruh -> sekitar 60% kanker payudara terjadi di usia 60 tahun. Resiko terbesar usia 75 tahun.

Stress.
Literatur medis menyebutkan bahwa stress dapat menigkatkan resiko kanker payudara. Tetapi penelitian tentang hal ini masih bersifat kontroversial. Namun tidak ada salahnya untuk memulai cara mengatasi stress dalam hidup anda melalui meditasai, yoga, tai chi, berkebun, atau kegiatan santai lainnya.


Bagaimanakah Pencegahan Kanker Payudara Secara Alami?


Ada beberapa cara sederhana untuk mencegah kanker payudara yang dapat Anda lakukan sendiri di rumah. Inti dari pencegahan kanker payudara secara alami ini sebenarnya hanya dengan menjadikan gaya hidup yang sehat.

Berikut pencegahan kanker payudara secara alami:

Berolah raga secara teratur.
Penelitian menunjukkan bahwa sejalan dengan menigkatnya aktivitas, maka resiko kanker payudara akan berkurang. Berolah raga akan menurukan kadar estrogen yang diproduksi tubuh sehingga mengurangi resiko kanker payudara.

Berjemur dibawah sinar matahari.
Meningkatnya angka kejadian kanker kulit (Melanoma maligna) menjadikan kita takut akan sinar matahari. Tetapi sedikit sinar matahari dapat membantu mencegah kanker payudara, karena pada saat matahari mengenai kulit, tubuh membuat vitamin D. Vitamin D akan membantu jaringan payudara menyerap kalsium sehingga mengurangi resiko kanker payudara. Agar bisa memperoleh sinar matahari selama 20 menit/hari, dianjurkan untuk berjalan dibawah sinar matahari pada siang hari atau sore hari. Tetapi bila anda ingin mendapatkan kalsium atau vitamin D tidak dari sinar matahari, anda dapat mencoba mengkonsumsi makanan suplemen.

Perhatikan berat badan anda.
Kenaikan berat badan setiap pon setelah usia 18 tahun akan menambah resiko kanker payudara. Ini disebabkan karena sejalan dengan bertambahnya lemak tubuh, maka kadar estrogen sebagai hormon pemicu kanker payudara dalam darahpun akan meningkat.

Makan lebih banyak buah dan sayuran.
Semakin banyak buah dan sayuran yang dimakan, semakin berkurang resiko untuk semua kanker, termasuk kanker payudara.
Makanan dari tumbuh-tumbuhan mengandung anti-oksidan yang tinggi, diantaranya vitamin A, C, E dan mineral selenium, yang dapat mencegah kerusakan sel yang bisa menjadi penyebab terjadinya kanker. National Cancer Institute (NCI) merekomendasikan untuk mengkonsumsi buah dan sayuran paling tidak 5 (lima) kali dalam sehari. Tapi harus dihindari buah dan sayuran yang mengandung banyak lemak, seperti kentang goreng atau pai dengan krim pisang. 

Makan lebih banyak serat.
Selain berfungsi sebagai anti-oksidan, buah dan sayuran juga mengandung banyak serat. Makanan berserat akan mengikat estrogen dalam saluran pencernaan, sehingga kadarnya dalam darah akan berkurang.

Makan lebih banyak kacang-kacangan.
Selain dalam kedelai, fito-estrogen juga terdapat dalam jenis kacang-kacangan lainnya.

Makan lebih banyak tahu dan makanan yang mengandung kedelai.
Makanan-makanan yang berasal dari kedelai banyak mengandung estrogen tumbuhan (fito-estrogen). Seperti halnya tamoksifen, senyawa ini mirip dengan estrogen tubuh, tapi lebih lemah. Fito-estrogen terikat pada reseptor sel yang sama dengan estrogen tubuh, mengikatnya keluar dari sel payudara sehingga mengurangi efek pemicu kanker payudara.
Selain menghalangi estrogen tubuh untuk mencapai sel reseptor, makanan berkedelai juga mempercepat pengeluaran estrogen dari tubuh.

Mengkonsumsi suplemen anti-oksidan.
Suplemen tidak dapat menggantikan buah dan sayuran, tetapi suatu formula anti-oksidan bisa merupakan tambahan makanan yang dapat mencegah kanker payudara. 

Bila anda mengkonsumsi daging, jangan dimasak terlalu matang.
Terlepas dari lemak jenuh yang terdapat dalam daging, cara anda memasak daging akan mempengaruhi resiko kanker payudara. Daging-daging yang dimasak/dipanggang menghasilkan senyawa karsinogenik (amino heterosiklik). Semakin lama dimasak, semakin banyak senyawa ini terbentuk. Amino heterosiklik paling banyak terdapat dalam daging bakar yang lapisan luarnya (kulitnya) gosong dan hitam.

Kurangi lemak.
Anda tentu sudah sering mendengar pertentangan pendapat mengenai hubungan antara kanker payudara dengan makanan berlemak. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa diet rendah lemak membantu mencegah kanker payudara. Penelitian yang lain menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara lemak dan kanker payudara.. Penelitian terakhir menyatakan bahwa yang lebih penting adalah jenis lemaknya bukan jumlah lemak yang dikonsumsi.
Jenis lemak yang memicu kanker payudara adalah lemak jenuh dalam daging, mentega, makanan yang mengandung susu full-cream (whole-milk dairy foods) dan asam lemak dalam margarin.
Sedangkan jenis lemak yang membantu mencegah kanker payudara adalah lemak tak-jenuh dalam minyak zaitun dan asam lemak omega-3 dalam ikan salmon dan ikan air dingin lainnya.
Lemak jenuh dalam daging dan produk susu dan asam lemak dalam margarin meningkatkan kadar estrogen dalam darah, sedangkan lemak tak-jenuh dalam minyak zaitun dan asam lemak omega-3 dalam ikan tidak menyebabkan kenaikan kadar estrogen dalam darah. 

Jangan merokok.
Merokok akan meningkatkan resiko kanker payudara.

Hindari alkohol.
Banyak penelitian yang menunjukkan bahwa semakin banyak mengkonsumsi alkohol, maka resiko kanker payudara semakin bertambah karena alkohol meningkatkan kadar estrogen dalam darah.

Hindari xeno-estrogens.
Xeno-estrogen maksudnya estrogen yang berasal dari luar tubuh.
Perempuan mengkonsumsi estrogen dari luar tubuh terutama yang berasal dari residu hormon estrogenik yang terdapat dalam daging dan residu pesitisida estrogenik. Diduga xeno-estrogen bisa meningkatkan kadar estrogen darah sehingga menambah resiko kanker payudara.
Cara terbaik untuk menghindari xeno-estrogen adalah dengan mengurangi konsumsi daging, unggas (ayam-itik) dan produk susu (whole-milk dairy product).
Tetapi anda tidak perlu khawatir dengan banyak makan buah dan sayuran, karena efek anti-oksidan dan kandungan seratnya lebih banyak daripada efek residu pestisidanya.

Menyusui/memberikan ASI kepada anak anda
Untuk alasan yang masih belum jelas, menyusui berhubungan dengan berkurangnya resiko kanker payudara sebelum masa menopause.

Pertimbangkan kembali sebelum menggunakan terapi pengganti hormon (Hormone Replacement Therapy = HRT).
Ada beberapa alasan bagus untuk melakukan HRT sesudah masa menopause, yaitu mengurangi resiko penyakit jantung, osteoporosis dan penyakit Alzheimers. Tetapi HRT akan menambah resiko kanker payudara. Bicarakan dengan dokter anda dan pertimbangkan resiko-resiko yang mungkin timbul, karena kebanyakan perempuan lebih tinggi resikonya untuk menderita penyakit jantung, daripada kanker payudara.


Demikianlah Pembahasan Lengkap Mengenai Kanker Payudara, dimulai dari pengertian kanker payudara, cara mengenali benjolan-benjolan pada payudara, faktor risiko kanker payudara, hingga pencegaha kanker payudara secara alami.





Terimakasih atas kunjungan Anda.

Semoga bermanfaat!





Posted by: Rumah Ganoderma Plus Capsule